ARGUMENTASI
Bahaya Mengonsumsi Mie Instan
INTRO
Mie merupakan makanan yang dibuat dari campuran tepung, minyak sayur,
garam, dan beberapa bahan aditif seperti natrium polifosfat (berfungsi sebagai
pengemulsi/penstabil), natrium karbonat dan kalium karbonat yang berfungsi
sebagai pengatur asam. Selain itu, mie juga ditambahkan zat pewarna kuning
(tartrazine). Mie instan merupakan mie yang diproduksi sebagai makanan yang
praktis dalam pengolahannya atau “instan” dan dapat disimpan dalam jangka waktu
yang lama. Mie instan juga tak lepas dari zat aditif makanan seperti MSG
(monosodium glutamat) yang berfungsi sebagai penguat rasa.
Rasa mie instan yang
lezat, mudah didapat dan praktis penyajiannya, menjadi alternative mereka untuk
dikonsumsi sehari-hari. Tetapi dibalik kelezatan rasa yang diberikan oleh mie
instan, terdapat beberapa zat-zat berbahaya yang dapat berdampak buruk terhadap
kesehatan tubuh. Namun banyak orang yang tidak mengetahuinya bahkan
mengabaikannya.
PARAGRAF ARGUMENTASI DAN FAKTA 1
Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Braden
Kuo dari Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat (https://www.bestprofit-bandung.com,
diakses pada 6 November 2017) Mie instan ternyata sangat aktif dalam mengganggu
pencernaan manusia, seperti yang dikutip dari WCVB (7/8). Hal ini diketahui dari hasil rekaman di dalam perut
menggunakan kamera pintar berbentuk pil yang di masukkan ke dalam tubuh. Di
rekaman tersebut terlihat tubuh kesusahan untuk menghancurkan mie instan. Peneliti
mencoba menggunakan mie olahan sendiri sebagai perbandingan. Namun dalam kurun
waktu 2 jam saja, mie olahan sendiri sudah hancur dan berhasil dicerna.
Sementara mie instan belum juga hancur. Inilah penyebab mengapa mie instan
dapat mengganggu kinerja sistem pencernaan tubuh. Apabila dikonsumsi terus
menerus dan dalam jangka waktu yang panjang, maka mie instant dapat mengacaukan
metabolisme tubuh. Akumulasi zat kimia berbahaya seperti pengawet dan pewarna
akan menjadi racun di dalam tubuh. Berdasarkan
hasil penelitian bahaya mie instan antara lain dapat meningkatkan risiko
metabolik yang terkait dengan diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan
obesitas.
PARAGRAF ARGUMENTASI DAN FAKTA 2
Berdasarkan sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Dr. Hasan Budiman, Kepala Laboratorium Fakultas
Kedokteran UI (Jhonny, http://kumpulanilmukesahatan.blogspot.co.id, diakses pada 6 November 2017)
menyatakan bahwa, dalam seluruh sampel mie instan yang diambil di pasar
swalayan, toko-toko, dan warung di wilayah DKI dan sekitarnya ditemukan bahan
plastik yang tidak mungkin bisa dicerna dalam sistem pencernaan kita. Luas
diketahui bahwa plastik adalah bahan yang tidak mungkin terurai secara alamiah,
dan merupakan bahan yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Penelitian
laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membuktikan bahwa 100%
atau seluruh sampel mie instan yang beredar di pasaran mengandung bahan plastik
yang tentunya sangat berbahaya bagi pencernaan.
PARAGRAF SANGGAHAN
(Fatika Raditya,
wawancara, 7 November 2017) mengatakan bahwa “Mie instan merupakan pilihan yang
tepat untuk mengganjal perut dikala lapar. Hal ini dianggap tepat karena
praktis, dan mengenyangkan”. Menanggapi hal tersebut, sebenarnya ada hal-hal
yang bisa dilakukan Fatika untuk mencegahnya, seperti mengonsumsi buah dan
sayur yang banyak mengandung vitamin serta sangat bermanfaat bagi tubuh. Oleh
karena itu, apapun dasarnya mengonsumsi mie instan tetaplah “tidak baik bagi
kesehatan seseorang dikemudian hari”.
KESIMPULAN
Dengan demikian, kebiasaan
mengonsumsi mie instan dengan alasan apapun sangat berbahaya bagi kesehatan
seseorang di kemudian hari. Hal ini dikarenakan kandungan bahan aditif yang
terdapat pada mie instan dapat
mengganggu kinerja sistem pencernaan tubuh. Apabila dikonsumsi terus menerus
dan dalam jangka waktu yang panjang, maka mie instant dapat mengacaukan
metabolisme tubuh. Akumulasi zat kimia berbahaya seperti pengawet dan pewarna
akan menjadi racun di dalam tubuh. Bahan-bahan
yang terkandung dalam mie instan itu dapat meningkatkan risiko metabolik yang
terkait dengan diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan obesitas. Maka dari itu, untuk menghindari
bahaya tersebut, sebisa mungkin kita harus mengurangi kebiasaan mengonsumsi mie
instan dan mengganti dengan makanan yang menggandung vitamin, serta lebih
bermanfaat bagi tubuh seperti buah dan sayur.
DAFTAR PUSTAKA
http://kumpulanilmukesahatan.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-mie-instan-dan-kandungan.html
(diakses pada 6
November 2017)
https://www.bestprofit-bandung.com/sering-makan-mie-instan-baca-pt-bestprofit-futures-bandung/ (diakses pada 6 November 2017)
Rajeb, Wijanarko
Putra. Karya Tulis Ilmiah Zat dan Bahaya Mie
Instan.
MEGA YUNITA ADHININGSIH
SISTEM INFORMASI
2017081014
SISTEM INFORMASI
2017081014
Komentar
Posting Komentar